Syam’s Indonesian Handycraft, Setiap Bulan Mampu Produksi Ribuan Tas Anyaman Cantik dan Elegan

Desember 28, 2024 348 views oleh seputarmuria
Seputarmuria.com, PATI – JAWA TENGAH – Syam’s Indonesian Handicraft merupakan pusat kerajinan tangan dengan bahan baku daur ulang limbah plastik yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

CEO sekaligus pendiri Syam’s Indonesian Handycraft, Syahrial Aman (38) mengatakan bahwa produk-produk hasil keterampilan tangan para ibu tersebut telah menembus pasar ekspor.

Dalam memproduksi kerajinan tangan tersebut, Syam memberdayakan para wanita di sekitarnya, terutama para ibu rumah tangga dan buruh tani. Ada sekitar 300 perempuan yang menjadi pengrajin produk tas anyaman.

“Syam’s Indonesian Handicraft ini adalah sociopreneur, usaha yang juga bergerak di bidang sosial, khususnya pemberdayaan masyarakat. Kami membuat produk kerajinan tangan, terutama tas anyaman. Dalam porses produksi, kami memberdayakan masyarakat sekitar, terutama para wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan juga ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan,” ungkapnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus ini bersyukur, dengan menjadi penganyam, para ibu tersebut bisa mendapat manfaat ekonomi dengan menambah pemasukan keluarga.

“Kami beri pelatihan agar mereka produktif menganyam. Poduk yang mereka hasilkan kami jual ke berbagai customer, baik lokal maupun internasional,” jelas dia.

Adapun bahan baku produknya yaitu daur ulang limbah plastik tipe LLDPE. Dengan memanfaatkan plastik daur ulang, pihaknya berupaya menjadikan sampah menjadi bernilai dengan mengubahnya menjadi produk tas anyaman yang cantik, unik, dan elegan.

Syam mengatakan, desain tas anyaman yang dia produksi disesuaikan dengan selera dan permintaan pasar. Selanjutnya, ia memasarkannya melalui jaringan pelanggannya, baik di dalam maupun luar negeri. Setidaknya, ada 5 ribu tas anyaman yang diproduksi setiap bulan.

Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara. Antara lain Singapura, Brunei, Malaysia, Tiongkok, Jepang, Meksiko, Amerika, Rusia, Belanda, dan beberapa negara Eropa lainnya.

“Kalau yang sudah MoU antara lain customer di Jepang. Saat ini setiap minggu kami setor 400-500 tas untuk tujuan ekspor ke Jepang,” kata dia.

Syam menambahkan, pihaknya juga secara intens memasarkan produk di lokapasar dan media sosial, di antaranya Shopee (Syams Bag), TikTok (@syamsindocraft), dan Instagram (@syamsindonesianhandicraft).

Syam mengatakan, produk anyaman tersebut dijual mulai harga Rp 15 ribu sampai Rp 200 ribuan untuk jenis dompet dan handbag. Ada juga produk travel bag dan koper dengan harga berbeda.

“Kami selama ini mengirim ke beberapa negara tidak ada permasalahan. Produk kami awet sampai bertahun-tahun karena menggunakan bahan baku daur ulang,” ungkap dia.

Tak hanya menghasilkan produk tas anyaman, Syam juga mengembangkan bisnisnya dengan menjadikan tempat usahanya sebagai destinasi wisata edukasi untuk pelajar.

Dia bersyukur, berkat doa, kegigihan, serta niat baik untuk memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar di bidang sosial dan ekonomi, usahanya bisa terus berkembang dan meraih prestasi demi prestasi.

Baru-baru ini, tepatnya pada 22 November 2024, perusahaannya, CV Syam Indonesian Handycraft, mendapatkan penghargaan sebagai UMKM Terproduktif 2024 kategori craft/furniture dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, pada 2022, Syam’s Indonesian Handicraft juga meraih penghargaan sebagai 2nd Winner atau pemenang kedua Hyundai Start-up Challenge Indonesia. (Er)

SYAM'S HANDYCRAFT

Loading...